Membaca Proses Kenabian dan Kerasulan Muhammad (3)

Nabi Muhammad sudah senang berkhalwat semenjak jiwanya sadar akan kebenaran agama Nabi Ibrahim, dan bergejolak mencarinya. Tempat khalwatnya ada di mana-mana, di hampir setiap gua pada bukit-bukit yang mengitari Makkah. Menjelang penerimaan wahyu, khalwat beliau lebih lama dari biasanya dan bertempat di Gua Hira dalam rangka persiapan kenabian.

Sementara waktu, Nabi Muhammad harus menghindari keramaian dan pergaulan umum agar transformasi spiritualnya sempurna sehingga mampu menerima risalah. Lalu kelak kembali ke dunia nyata sebagai Nabi dan Rasul untuk mengajak manusia seluruhnya kepada keimanan yang telah Allah patrikan ke dalam batinnya. Kemudian beliau melakukan tahannuts sebagaimana diungkap dalam redaksi hadis.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tahannuts sendiri adalah istilah baru. Sebagaian ulama sirah memaknainya dengan ibadah terus-menerus sepanjang malam. Pemaknaan ini sesuai dengan redaksi lafaz hadis. Penafsiran lain memberikan arti ‘kegiatan berderma’ dalam rangka pembersihan jiwa.

Bila tahannuts dimaknai berderma, kegiatan itu juga dilakukan oleh para pengikut Haniifiiyah, para pencari kebenaran. Sehubungan dengan proses kenabian, tahannuts pasti memiliki makna secara khusus. Sedangkan pemaknaan yang tersebar adalah melakukan ibadah dalam keadaan menyendiri.

Tinggalkan Balasan