Penulis buku, Ngatawi Al-Zastrouw, menawarkan beberapa langkah konkret untuk mengimplementasikan Pancasila secara lebih luas. Pertama, pemerintah perlu memfasilitasi pembentukan jejaring antarkomunitas. Ia mengibaratkan pemerintah sebagai bendungan yang mampu menampung berbagai sumber mata air kecil—komunitas-komunitas yang telah aktif—untuk menjadi kekuatan yang utuh dan solid.
Kedua, pemerintah harus memfasilitasi amplifikasi informasi mengenai praktik baik yang dilakukan oleh komunitas. Dengan menyebarluaskan kegiatan seni, budaya, dan gerakan sosial yang sarat nilai Pancasila, diharapkan semakin banyak masyarakat yang terdorong untuk berpartisipasi.

Ketiga, ia menekankan pentingnya bantuan teknis dan material untuk meningkatkan kapasitas komunitas. Bantuan ini dapat berupa pelatihan manajemen atau workshop berkesenian, yang akan membantu komunitas mengelola gerakan mereka secara lebih profesional dan berkelanjutan.
Pada akhirnya, sarasehan ini mengingatkan kita bahwa api Pancasila tak akan padam selama ada tekad untuk terus menyalakannya. Dengan kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dan komunitas, api itu akan terus membara, menjadi pilar kokoh bagi persatuan bangsa Indonesia.
