Memposisikan Kader Mujtahid PMII

Sebaliknya, seorang kader mujtahid harus senantiasa rendah hati, terus mengasah kemampuan, dan berupaya mendekatkan dirinya kepada Allah sebagai sumber hikmah dan kebenaran.

Predikat ini harus dipandang sebagai amanah yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban, baik di dunia maupun di akhirat. Oleh karena itu, seorang kader mujtahid harus menjadikan pengabdian kepada umat dan organisasi sebagai prioritas utama, bukan sekadar mengejar pujian atau gelar semata.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kader Mujtahid Sejati

Menjadi kader mujtahid dalam PMII adalah sebuah proses panjang yang menuntut keseriusan, kedisiplinan, dan keikhlasan. Status ini bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari perjalanan yang penuh dengan tantangan dan tanggung jawab. Kebanggaan sejati tidak terletak pada status yang disematkan, tetapi pada kontribusi nyata yang diberikan kepada organisasi, umat, dan masyarakat.

Sebagai kader mujtahid, kita harus terus berupaya menjadi insan yang bermanfaat, menjunjung tinggi nilai-nilai keislaman, dan membawa misi rahmatan lil ‘alamin dalam setiap langkah perjuangan. Inilah hakikat dari kader mujtahid PMII, bukan sebuah label kebanggaan, melainkan tanggung jawab yang harus diemban dengan penuh kesadaran dan dedikasi.

Menjadi kader mujtahid di PMII berarti menjadi individu yang tidak hanya memahami nilai-nilai dasar organisasi, tetapi juga mampu mentransformasikan nilai-nilai tersebut ke dalam kehidupan sehari-hari dengan keberanian, pemikiran kritis, dan tanggung jawab moral yang tinggi. Kader mujtahid adalah sosok yang tidak hanya menerima dan menjalankan instruksi secara pasif, tetapi juga menjadi penggerak perubahan melalui gagasan-gagasan yang tajam dan analisis yang mendalam terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

Lebih dari itu, seorang kader mujtahid adalah pemimpin yang mampu menginspirasi orang lain. Ia tidak sekadar berbicara tentang perubahan, tetapi juga memimpin perubahan itu sendiri dengan integritas, keberanian, dan konsistensi. Ia tidak takut menghadapi kritik atau tantangan, karena ia yakin bahwa setiap ujian adalah bagian dari proses pembelajaran dan penguatan diri. Dengan jiwa kepemimpinan seperti ini, ia menjadi teladan yang tidak hanya dihormati tetapi juga dicintai oleh komunitasnya.

Pada akhirnya, menjadi kader mujtahid PMII adalah tentang menjadi manusia yang sepenuhnya berperan sebagai khalifah di bumi. Ia tidak hanya menjaga keseimbangan antara akal, hati, dan tindakan, tetapi juga membawa misi besar untuk menciptakan dunia yang lebih baik bagi semua. Perjuangannya tidak pernah berakhir, karena ia percaya bahwa kerja intelektual dan sosial adalah jihad yang berkelanjutan hingga akhir hayat.

Penulis: Abdur Rahmad (Alumni PP Nurul Jadid, Sekretaris I PC PMII Probolinggo, Pelayannya para pelayan kader PMII, Putra Giligenting).

One Reply to “Memposisikan Kader Mujtahid PMII”

Tinggalkan Balasan