Mencermati Propaganda Islam Radikalis

Atau ketika Nabi Muhammad SAW memimpin Madinah, yang beliau buat bukanlah negara Islam. Melainkan negara Madinah yang di dalamnya berisi multi etnis dan multi agama. Dalam membuat aturan-aturannya, Nabi Muhammad SAW berunding dengan para pemuka masyarakat sehingga tercetuslah Piagam Madinah yang isinya tentang human right dan jaminan kebebasan dalam memeluk agama.

Di saat yang sama, apa yang sudah dilakukan para founding fathers dengan mendirikan Indonesia yang berdasar Pancasila dan UUD 1945 bisa dikatakan sebagai perpanjangtanganan seperti yang sudah dilakukan Nabi Muhammad SAW dalam membangun Madinah. Dengan dasar negara seperti itu, konstitusi Indonesia memberikan jaminan hukum dan kebebasan bagi setiap pemeluk dalam menjalankan ritus agamanya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Apakah Indonesia bertentangan dengan ajaran Islam? Pertanyaan tersebut sebenarnya sedikit konyol. Tanpa ditanya pun, orang yang berakal sehat sudah pasti tahu bahwa Indonesia tidak bertentangan dengan nilai-nilai yang diusung Islam. Malahan, justru Indonesia menerapkan ajaran Islam walau dibungkus dengan bahasa-bahasa yang lebih formal sehingga tidak menyinggung pemeluk agama lain. Contohnya seperti musyawarah-demokrasi dalam sistem pemerintahan, jaminan hukum yang adil, toleransi, dan lain sebagainya.

Pada akhirnya, gerakan pendirian khilafah di Indonesia ini hanya bagian dari ego-ego sekterian firkah umat Islam. Sudah sepantasnya mereka dihalau dan dibersihkan. Apa yang mereka lakukan selama ini hanya manipulatif dan cenderung menyelewengkan Islam. Mereka menyadur dalil-dalil suci Al-Quran hanya untuk melegitimasi perbuatan buruknya.

Dalam jangka panjang, para pengasong khilafah ini akan menjadi benalu dan bom waktu yang suatu saat akan meledak dengan daya hancur yang parah. Mereka akan menjadi agen-agen adu domba antar masyarakat dengan mencipta permusuhan dan perang antar saudara sebangsa hanya gegera beda agama atau aliran kepercayaan.

Tinggalkan Balasan