“Oke! Silakan Ayah ke masjid. Tapi jangan harap cucu-cucumu bersalaman dan mencium tangan kakeknya sepulang dari masjid. Saya larang mereka bersalaman dengan kakeknya. Kalau perlu jangan pulang lagi ke rumah ini,” si ibu muda mengancam.
Lelaki itu akhirnya tertegun di balik pintu, mengenang kelucuan cucu-cucunya.

***
Rekaman lain datang dari Surabaya. Melihat pintu-pintu masjid terkunci rapat saat biasanya orang-orang berduyun-duyun untuk salat Jumat, seorang lelaki paro baya mencari-cari pengurus masjid. Ia mendesak pengurus masjid untuk segera membuka pintu dan menggelar salat Jumat. Jumatan harus dilaksanakan.
Mendapat penolakan dari pengurus masjid, lelaki itu naik pitam. “Jangan takut pada Corona! Takutlah hanya kepada Allah!”
Belasan orang yang kebetulan berkerumun di teras masjid bingung, saling tukar pandang. “Yang mau Jumatan ikut saya di sebelah kanan. Yang cuma mau salat Dzuhur silakan di teras sebelah kiri,” kata lelaki paro baya itu.
Beberapa orang, sekitar 13 orang, ikut seruan lelaki itu. Dipimpin dirinya, mereka Jumatan di teras sebelah kanan. Sementara, di teras sebelah kiri, beberapa orang menjalankan salat Dzuhur berjamaah di waktu bersamaan.
