Mendekonstruksi Pahlawan: Dari Jihad ke Rasionalitas

Kata pahlawan kini terasa akrab, tapi kehilangan bobotnya. Setiap 10 November, kita seolah dipaksa menatap masa lalu tanpa benar-benar memahami maknanya.

Upacara digelar, doa dibacakan, dan pidato diputar berulang, seakan-akan kepahlawanan hanya warisan yang patut dikenang, bukan nilai yang harus diperjuangkan ulang. Padahal, di zaman yang serba cepat dan rasional ini, makna pahlawan justru perlu dibaca ulang: apakah kepahlawanan masih relevan di tengah masyarakat yang menuhankan efisiensi dan manfaat?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebagai santri, saya percaya bahwa kepahlawanan dalam Islam tak pernah semata soal perang dan senjata. Jihad bukan hanya pertempuran fisik, melainkan perjuangan moral, intelektual, dan spiritual.

Tinggalkan Balasan