Ada atau tidaknya agama, mereka terus bertahan hidup dengan pedoman yang telah dimilikinya. Wali Songo sangat memperhatikan bagaimana karakter dan sifat masyarakat sebagai sasaran dakwah dalam segala keragaman karakter dan budayanya.
Kehadiran Wali Songo di tengah masyarakat Jawa dengan membawa ajaran Islam tidak dengan mudah diterima oleh masyarakat. Wali Songo dihadapkan pada masyarakat yang telah memiliki tradisi, kebudayaan, dan ajaran yang telah lama mereka anut.

Oleh karena itu, strategi yang diambil Wali Songo adalah melalui jalan dakwah dengan cara yang tepat dan bijaksana, yaitu dengan menggabungkan unsur ajaran agama Islam dan budaya setempat tanpa menghilangkan unsur budaya, ajaran, dan kondisi sosial-ekonomi masyarakat.
Pola komunikasi dakwah Wali Songo tersebut akhirnya dapat membuahkan hasil dengan diterimanya Islam sebagai agama baru bagi masyarakat pribumi, khususnya Jawa, bahkan Islam menjadi agama mayoritas dan berkembang hingga sekarang.
Sebelumnya, dakwah lebih banyak berhadapan dengan beribadah kepada Allah, dan dilandasi dengan niat dan motivasi mengharap rida Allah semata. Namun, seiring dengan perkembangan teknologi, berdakwah mengalami perkembangan. Metode dakwah yang dilakukan Wali Songo bisa diterapkan dengan mengikuti perkembangan zaman.
