Mengembalikan Marwah Pesantren di Masyarakat

Kemudian, kasus teranyar terjadi di Pesantren Modern Darussalam Gontor Ponorogo, Jawa Timur yang menewaskan salah seorang santri asal Palembang, Sumatera Selatan berinisial AM karena diduga akibat penganiayaan oleh sesama santrinya. Kasus ini mencuat ke publik pasca ibu korban, Soimah mengadu kepada pengacara kondang, yaitu Hotman Paris Hutapea yang kemudian diunggah di media sosial.

Dari beberapa contoh kasus di atas, tentu saja, mencoreng nama baik pesantren di mata masyarakat –kendati terjadi hanya di sebagian pesantren. Namun, terlepas dari itu semua hal yang menurut saya sangat urgen dilakukan oleh seluruh kalangan pesantren guna meminimalisir stigma negatif sebagaimana di muka, adalah bagaimana berupaya semaksimal mungkin mengembalikan marwah pesantren yang sebenarnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Seperti diketahui bersama, bahwa pesantren merupakan salah satu institusi pendidikan tertua di Indonesia yang telah memainkan peranan penting dalam penyebaran Islam di Indonesia. Kontribusinya tidak bisa dilepaskan dari tujuan utama didirikannya pesantren; sebagai lembaga pusat kajian ilmu-ilmu keislaman (tafaqquh fid-dien), khususnya karya para ulama klasik (kitab kuning).

Tinggalkan Balasan