Madrasah Diniyah Miftahul Ulum yang berlokasi di Senduro, Jawa Timur, merupakan salah satu lembaga pendidikan yang menerapkan metode ‘Allimna di mana sebelumnya menggunakan Iqra sebagai panduan belajar mengaji anak santrinya.
Latar belakang penggunaan metode ‘Allimna di MADIN Miftahul Ulum ini, di samping lembaga ini di bawah naungan NU, juga untuk mengapresiasi karya orisinil pengurus NU. Digunakannya metode ini menjadi bagian dari perubahan metode belajar mengaji dari Iqra ke ‘Allimna. Dengan perubahan ini, pembelajaran mengaji menjadi lebih efektif dan anak-anak santri dinilai lebih cepat behasil membaca Al-Quran dengan benar dan fasih sesuai dengan kaidah hukum baca tajwid yang terdapat di setiap kata maupun kalimat contohnya.

Di MADIN Miftahul Ulum, penggunaan metode ‘Allimna sudah berlangsung sejak empat tahun yang lalu. Persamaan sederhananya dengan metode lain seperti Iqra yaitu terletak pada materi ajarnya yang terbagi menjadi enam tingkat, dari yang mudah seperti pengenalan huruf demi huruf, kemudian penggabungan menjadi kata demi kata dengan memperkuat dalam segi makharijul huruf dan memperkenalkan hukum bacaan tajwid, sampai pada tingkat akhir yaitu mengaji dengan susunan kalimat contoh yang panjang dari ayat-ayat Al-Quran.
