Tidak dapat dimungkiri, meski riwayat kehidupan Muḥammad al-Maḥmūd al-Najjār tidak ada yang menarasikan di panggung sejarah, namun dedikasinya dalam khazanah keilmuan Islam tak lagi terbantahkan. Kerja kerasnya dalam mencerdaskan generasi Qur’ani akan terus mengalir pahalanya tanpa henti. Sepanjang kitab Hidāyah al-Mustafīd fī ‘Ilm at-Tajwīd terus dipelajari dari generasi ke generasi.
Sistematika Penulisan

Muḥammad al-Maḥmūd al-Najjār secara eksplisit menyebutkan dalam mukadimahnya bahwa latar belakang penulisan Hidāyah al-Mustafīd fī ‘Ilm at-Tajwīd berangkat dari rasa perhatian beliau yang amat besar bagi pendidikan anak di bidang seni membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Kecintaan beliau terhadap pendidikan anak terbukti dari karya-karyanya baik di bidang akhlak, tauhid, tajwid, maupun fikih, yang rata-rata diformat sasaran pembacanya adalah anak-anak (pelajar pemula).
Di samping itu, motivasi lain yang mendorong Muḥammad al-Maḥmūd al-Najjār untuk menulis kitab tajwidnya tersebut adalah anggapan kuat yang timbul dari hati beliau yang amat dalam bahwa ilmu tajwid merupakan salah satu disiplin ilmu yang sangat penting bagi pelajar pemula yang ingin mempelajari Al-Qur’an dan mengindahkan etika berkomunikasi dengan Rabbnya melalui kalam-kalam suci-Nya.
Kehadiran Hidāyah al-Mustafīd fī ‘Ilm at-Tajwīd sangatlah strategis dan berfungsi sebagai alternatif di tengah langkanya kitab-kitab tajwid dalam khazanah keislaman. Kalau pun ada, tampaknya susah untuk dipahami pelajar Al-Qur’an pemula yang masih berusia anak-anak.
Alasan-alasan itulah yang membuat Muḥammad al-Maḥmūd al-Najjār memutuskan untuk menyusun kitab tajwid yang materinya secara khusus didesain untuk kebutuhan anak-anak (pelajar pemula).
Adapaun sistematika penulisan yang diterapkan Muḥammad al-Maḥmūd al-Najjār dalam menyusun Hidāyah al-Mustafīd fī ‘Ilm at-Tajwīd dapat dipetakan ke dalam tiga bagian:
- Mukadimah, berisi tentang informasi mengenai latar belakang penyusunan kitab.
- Pembahasan, memuat topik inti yang terdiri dari lima belas pasal, yakni: Hukum Bacaan Isti’ādzah dan Basmalah, Hukum Nūn Sākinah dan Tanwīn, Hukum Mīm Sākinah, Hukum Mīm Tasydīd dan Nūn Tasydīd, Hukum “al-” al-Qamariyah dan “al-” al-Syamsiyyah, Hukum Lām dalam Fi’il, Hukum Idzghām, Hukum Madd dan Macam-macamnya, Hukum Rā`, Penjelasan Qalqalah, Penjelasan Makhārij al-Ḥurūf, Penjelasan Sifat-sifat Huruf, Penjelasan Macam-macam Waqaf, Penjelasan Hal-hal Inovatif yang Haram, dan Penjelasan Terkait Bacaan Takbir.
- Penutup, mendeskripsikan fenomena tradisi ulama salaf setelah mengkhatamkan al-Qur’an.
Itulah gambaran mendasar mengenai motivasi dan sistematika penulisan Hidāyah al-Mustafīd fī ‘Ilm at-Tajwīd yang diterapkan oleh Muḥammad al-Maḥmūd al-Najjār.
