Mengenal Kitab Tajwid (2): Farḥurraḥmān fī Tajwīd al-Qur’ān

Di samping itu, kehadiran Sa’id di Indonesia juga bermaksud untuk membantu menyelesaikan urusan yang sedang dihadapi oleh Sayyid Ali Ba’alawi di Jawa. Dalam konteks ini, kehadiran Sa’id di Indonesia tentu bernilai berkah dan membawa manfaat bagi orang lain (Natsr al-Jawāhir, 469).

Sa’id bin Sa’ad bin Nabhan sekilas tampak memiliki kemiripan nama dari aspek garis genealogi dengan Salin bin Sa’ad bin Nabhan, owner penerbit kitab-kitab Islami di Surabaya yang cukup masyhur sejak era pra-kemerdekaan. Berdasarkan hasil wawancara Wawan Djunaedi dengan salah satu pengelola penerbit tersebut, diketahui bahwa Sa’id bin Sa’ad bin Nabhan memang masih memiliki hubungan famili dengan Salim bin Sa’ad bin Nabhan. Namun nara sumber tidak banyak menyampaikan profil Sa’id bin Sa’ad bin Nabhan, sehingga ulasan biografi tentang beliau masih dibutuhkan studi lebih lanjut (Sejarah Qira’at al-Qur’an di Nusantara, 163).

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di pengujung akhir usianya, Sa’id bin Sa’ad bin Nabhan meninggalkan Surabaya dan bergerak kembali ke Dammun, Hadramaut, Yaman. Di kawasan yang identik dengan lahan pertaniannya yang subur inilah, Sa’id mengembuskan napas terakhirnya pada Jumadil Ula tahun 1354 hijriyah. تَغَمَّدَهُ اللهُ بِوَاسِعِ رَحْمَتِهِ وَأَسْكَنَهُ فَسِيْحَ جَنَّاتِهِ

Sistematika Penulisan

Farḥurraḥmān fī Tajwīd al-Qur’ān ditulis dalam bentuk prosa. Sa’id bin Sa’ad bin Nabhan menyusun kitab tajwidnya ke dalam tiga bagian: Pertama, memuat mukadimah sebagai awal pembuka sebelum masuk ke inti pembahasan. Kedua, pembahasan inti. Di segmen kedua ini materi yang dipaparkan dipilah menjadi lima belas pasal. Yakni pembahasan mengenai iẓhār, ikhfā`, iqlāb, mīm sākinah, idhgām bi ghunnah, idhgām bi ghair ghunnah, idhgām mitslain, kesepakatan ulama mengenai idhgām dalam berapa jenis kata, idhgām mutaqāribain, tafkhīm, tarqīq huruf rā`, lafal jalālah, hā` ḍamīr, huruf qalqalah, madd, dan waqaf. Ketiga, berisi penutup sebagai tanda akhir dari pembahasan materi mengenai kaidah-kaidah pokok membaca al-Qur’an.

Substansi Pembahasan

Tinggalkan Balasan