Menjadi Intelektual Muda NU yang Jernih dan Menjernihkan

Sementara itu, pemikiran yang jernih akan membawa pada tindakan yang menjernihkan. Jika ada yang memprovokasi, maka tidak akan mudah terpancing emosi. Jika ada yang menyebarkan berita palsu (hoax), maka tidak akan mudah percaya sebelum klarifikasi (tabayyun) terlebih dahulu. Jika ada konflik dan perpecahan, maka akan mendamaikan dan mempersatukan. Dengan demikian tidak akan ada lagi pemikiran dan tindakan yang radikal, tindakan/ aksi teror, dan sikap intoleransi dalam kehidupan berbangsa dan beragama.

 

Referensi

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Aula, 2002. Majalah Nahdlatul Ulama. Surabaya: Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Jawa Timur.

Eubank, William Lee and Weinberg, Leonard. What is Terrorism?. New York: Infobase Publishing.

Hasan, Ahmad Millah. (2018). Biografi A. Hasyim Muzadi Cakrawala Kehidupan. Depok: Keira Publishing.

Hoed, Benny H. (2016). Amnesia Budaya sebagai Gejala Krisis dalam Kebudayaan Indonesia. Makalah dipresentasikan dalam Kuliah Inaugurasi di Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI), Jakarta.

Litosseliti, L. (2010). Research method in Linguistics. London & New York: Continuum International Publishing Group.

Misrawi, Zuhairi. (2010). Pandang Muslim Moderat. Jakarta: Penerbit Buku Kompas.

Sumber Elektronik

https://kbbi.kemdikbud.go.id/

Tinggalkan Balasan