Menuliskan Tradisi Lisan Pesantren

Menghadirkan Tradisi Lisan Pesantren merupakan sebuah upaya untuk mempersempit batasan ruang akademik dan memperdalam serta memperluas pencarian data yang berkaitan. Dalam tradisi lisan pesantren tentunya kita akan melihat bagaimana seluk beluk tradisi dan ritual-ritual yang hidup dan tumbuh di pesantren. Bahkan lebih dari itu, apa yang telah mati dalam ritual-ritual yang pernah ada di pesantren dapat dibangkitkan kembali melalui memori-memori yang masih melekat pada individu maupun nonindividu yang terlibat secara langsung ataupun tidak langsung.

Beberapa contoh dalam tradisi lisan pesantren ialah Burdah Keliling, Rebo Wekasan, Mandi Safar, dan beberapa ritual lainnya yang bertujuan untuk mengusir wabah dan merupakan tradisi tolak bala. Tentunya dari ritual-ritual tersebut selalu berkaitan erat dengan sejarah keislaman, sejarah tentang munculnya tradisi yang tak luput dari kisah upaya penyebaran agama Islam di Nusantara.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ada banyak tradisi lisan pesantren lainnya yang bisa digali lebih dalam. Setiap pesantren dengan segala variasi bentuk ritual dan tradisi memiliki corak warnanya masing-masing. Hal tersebutlah yang menjadikan tradisi lisan pesantren akan semakin menarik untuk dijadikan sebagai sebuah ilmu pengetahuan.

Tinggalkan Balasan