Menunggang Kambing Kurban ke Surga

“Kalau satu kambing kan hanya untuk Mas Rasat. Istri dan anakmu bagaimana?” sambung istrinya sedikit menegangkan alis.

“Ha-ha, tenang! Aku berniat akan menabung lagi, hingga kamu dan Anis, anak kita itu juga berkurban.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tak mudah bagi Rasat memilih kambing yang bagus, meski sudah tiga kali ke pasar kambing yang ia maksud belum didapatkan. Rasat berlogika dalam kepalanya, kelak ia ingin cepat ke surga dengan kambing yang kuat berlari dan tahan terhadap segala ancaman.

“Di akhirat medannya sangat sulit dan sangat berbahaya. Jadi aku harus mencari kambing yang tubuhnya besar dan kuat,” pikirnya suatu ketika, sembari membayangkan keadaan akhirat, sebagaimana yang digambarkan penceramah, dengan sedikit mengambil gambaran dari medan-medan sulit yang ada di dunia.

Setelah enam kali bolak-balik ke pasar, akhirnya ia baru menemukan kambing yang dimaksud dengan  harga yang tinggi. Rasat tak peduli harga yang tinggi. Ia cukup lega saat mendapatkan kambing jantan warna putih dan hitam yang tubuhnya gemuk dan sehat.

Tinggalkan Balasan