Menunggu di balik pintu, parasmu tak kembali
Sampai terbit kini terbenam
Dua nunggu di balik pintu, bayangmu sirna
Semoga bulan berbisik padamu

Siapakah kamu yang beraninya mencabik benakku?
“Aku hangatkan dengan redup pada hatimu yang resah”
Tiga nunggu di balik pintu, gerak-gerik candamu sampai di sini
luapkan semua habisi aku di dahan waktumu
ISYARAT
