ASA
Di ujung pagi cahaya merekah
Kakek tua itu istirahat penuh keluh kesah
Bersama alunan merdu di balik toa
“Tuhan, terimalah ribuan isi kepalaku.”

SURAT TITIPAN
Goresan rutin sepanjang hari
Menuai kasih harapan yang sirna
Bukankah mencoba lebih baik daripada tidak sama sekali?
Petuah tetua sejak dahulu
Tembok-tembok di depan mata
Mimpi menggema
“Tuhan, ini wajahku, kutitipkan goresan ini.”
MENUNGGU
