Menyoal Peran Dakwah Gus dan Ning

Secara struktural memang begitu adanya, bahwa Gus dan Ning dianugerahkan sebagai dzurriyyah ulama atau para kiai. Sebuah amanah supaya dakwah senantiasa mengalir, menghidupkan nilai-nilai ajaran Islam dalam masyarakat. Inilah yang dinamakan peran secara fungsional.

Jika kita melihat media sosial, sebagian besar Gus dan Ning mengambil perhatian besar para netizen. Artinya, adalah saatnya peluang itu dimanfaatkan menggiatkan dakwah-dakwah Islam.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Begitu pula pada dunia nyata, peran fungsional Gus dan Ning juga tidak luput menjadi suatu hal yang amat dibutuhkan masyarakat. Mengambil peran dengan tindakan nyata dengan ngadep dampar, yakni mengkaji kitab-kitab kuning atau sorogan Al-Qur’an. Menghidupkan nilai-nilai ajaran Islam dalam keseharian masyarakat.

Maka, untuk mengemban amanah sebagaimana telah disebutkan, terlebih dahulu proses ta’allum juga perlu riyadhah yang cukup memakan waktu yang tidak singkat supaya memperoleh ilmu yang mantap, kemudian menyampaikan kepada masyarakat.

Terlebih, sebagian besar Gus dan Ning dianugerahkan pula kemampuan di atas rata-rata yang mudah menangkap ilmu, sebab barakah doa-doa para leluhurnya. Kemampuan ini tidak lantas menjadi sebuah penggampangan untuk enggan belajar dan mathla’ah. Kesadaran ini perlu dipupuk dan ditanamkan oleh mereka, keturunan ulama

Menggebrak Dakwah Progresif 

Tinggalkan Balasan