Menyoal Peran Dakwah Gus dan Ning

Salah satu media yang menerima kehadiran seseorang selain dunia nyata adalah media sosial. Ini menjadi peluang bagi penyebar dakwah Islam, khususnya para Gus dan Ning sebagai pemuda-pemudi yang aktif bermedia sosial untuk melakukan inovasi-inovasi yang menarik supaya mampu tersampaikan dengan baik oleh para pengguna media sosial.

Rawan sekali mengena perspektif masyarakat yang menitikfokuskan kesima mereka pada fasyen atau gaya hidup Gus atau Ning, tanpa mengindahkan kualitas keilmuannya. Mereka lebih fokus mencontoh gaya hidupnya daripada ilmu yang disampaikan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di sinilah peran Gus dan Ning supaya media sosial menjadi ajang yang tepat memperbaiki moralitas anak muda sekarang ini.

Sehingga, selain memiliki branding atau peran struktural, seorang Gus atau Ning juga tidak kalah perlu untuk menggebrak peran fungsional. Yakni dengan menampilkan diri untuk menyampaikan ilmu-ilmu, serta memberikan teladan yang baik di lingkungan masyarakat. Tidak hanya berperan di media sosial, namun juga dalam dunia nyata. Memfokuskan diri memberikan teladan dalam bingkai kesalehan, bukan hanya memberikan contoh dalam segi gaya hidup keduniawian saja.

Dengan demikian, peran Gus dan Ning secara struktural dan fungsional harus digerakkan beriringan, supaya tidak sekadar branding semata. Mengobarkan semangat diri supaya terus mempelajari ilmu. Sehingga kemudian mampu menggebrakkan diri dalam dakwah progresif di segala aspek kehidupan, khususnya para pemuda era sekarang ini yang mengalami krisis moralitas, dan segi keilmuan-keilmuan lainnya. Khususnya masalah ubudiyah yang berkaitan erat dengan ibadah wajib.

Tinggalkan Balasan