Merayakan yang Seperti Puisi

Setelah secara singkat Agus R Sarjono mengisahkan latar penerbitan buku puisinya, akhirnya Kang Jamal, sapaan akrab Jamal D Rahman, menjawab teka-teki itu.

“Sebelum kita mendiskusikan bukunya, saya jawab dulu soal rahasia itu. ‘R’ dalam nama Agus R Sarjono itu artinya ‘rahasia’,” kata Kang Jamal disambut gelak tawa tetamu. “Sementara, ‘D’ dalam nama Jamal D Rahman, artinya ‘dirahasiakan’,” sambungnya dengan ekspresi datar, sementara tawa tetamu makin deras.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Begitulah suasana jenaka yang menghiasi perayaan buku Seperti Puisi. Meskipun, pada akhirnya, Kang Jamal membedah buku puisi karya Agus R Sarjono dengan sangat serius. Jamal memotret, selama ini ada dua jalan yang ditempuh para penyair Indonesia modern untuk mengekspresikan cinta. Jalan pertama dirintis Amis Hamzah. Sementara, jalan kedua ditempuh Chairil Anwar.

“Di jalur mana ekspresi cinta dari puisi Agus R Sarjono, nanti akan kita lihat,” ujar Kang Jamal.

Jika dibaca dari seluruh puisi-puisinya, menurut penyair asal Madura ini, Amir Hamzah menempuh “jalan sublimasi”. Artinya, tema-tema cinta dalam puisi Amir Hamzah adalah sublimasi di antara dua domain yang berbeda.

“Cinta terhadap manusia tersublimasi hingga seakan-akan sebagai ekspresi cinta terhadap Ilahi. Dan bisa sebaliknya. Sehingga, ada ambiguitas ketika kita membaca puisi bertema cinta dari Amir Hamzah,” urai Kang Jamal.

Sementara, jalur yang berbeda ditempuh Chairil Anwar. Si “binatang jalang” itu, menurut Kang Jamal, memasang demarkasi yang tebal di antara tema-tema puisinya. Tema cinta manusia, cinta Tuhan, dan revolusi sosial diberi garis pembeda yang jelas, dan masing-masing sebagai entitas yang otonom.

“Chairil, saat menulis puisi tentang cinta, diekspresikan dengan jelas dan tegas. Apakah merupakan cinta dengan seorang perempuan atau cinta Ilahi, diekspresikan dengan jelas, tanpa ada ambigu. Bahkan, nama-nama perempuan yang dicintainya juga disebut dengan jelas dalam puisinya. Ini berbeda dengan Amir Hamzah,” urai Kang Jamal.

Tinggalkan Balasan