Meriahnya Puncak Festival Dunia Santri 2026

Salah satu agenda penting dalam festival ini adalah pengumuman pemenang Lomba Penulisan Biografi Orang-orang Pesantren. Lomba tersebut menjadi upaya merekam perjalanan hidup, pemikiran, dan kontribusi tokoh-tokoh pesantren melalui karya tulis yang dapat dibaca oleh masyarakat luas.

Zaky Satria meraih Juara I melalui karya berjudul “Canang di Meja Madrasah: Ni Made Sudardani dan Dua Dasawarsa Menghidupkan Toleransi di Pesantren Bali Bina Insani”. Juara II diraih Abbas Abdul Basit melalui karya “Mbah Riyan Ulama Ahli Manuskrip dari Kudus”. Sementara itu, Mauliddinho Aditya Waluyo meraih Juara III melalui karya “Manaqib KH. Hasan Bisri Cholil: Peletak Fundamen Pendidikan dan Kelembagaan Pondok Pesantren Darul Ulum Jombang”.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selain ketiga pemenang tersebut, penyelenggara juga mengumumkan sejumlah penulis dengan karya terpilih yang akan dibukukan dalam buku biografi orang-orang pesantren. Mereka adalah Nisratul Naira, Sudirman, Fauzan Sidik, Rusdi el Umar, Ilham Islamuddin Ma’ruf, Muhammad Royyan Faqih dan Moh. Mahfud Ali Amari, Mahmud Abdul Ghofur, Muhammad Mursyid, Herlina, Syarif Abdurrahman, Ariel Ahmad Bustomi, serta Frenki Adi.

Pengumuman tersebut menunjukkan bahwa penulisan biografi dapat menjadi salah satu cara untuk mendokumentasikan sejarah pesantren. Melalui karya para penulis, perjalanan tokoh-tokoh pesantren tidak hanya menjadi ingatan di lingkungan masing-masing, tetapi juga dapat diperkenalkan kepada pembaca yang lebih luas.

Festival Dunia Santri 2026 tidak hanya menjadi ruang apresiasi terhadap karya sastra dan biografi, tetapi juga membuka kesempatan untuk membicarakan kehidupan pesantren secara kritis dan bertanggung jawab. Perpaduan antara diskusi, pertunjukan seni, dan penghargaan terhadap karya tulis memperlihatkan bahwa tradisi pesantren dapat terus dirawat melalui pengembangan literasi dan kreativitas.

Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan penampilan musik dan ramah tamah. Melalui festival ini, jejaring duniasantri menghadirkan ruang pertemuan antara tradisi pesantren, kreativitas, dan kehidupan masyarakat.

Tinggalkan Balasan