Mimbar yang Terasa Hambar

Menggapai kebahagiaan ukhrawi memang penting. Tetapi bukan berarti kebahagiaan duniawi dicuih-cuihkan seperti melempar ludah ke comberan.

Dalam surat Al-Baqarah ayat 201 dan yang sekaligus merangkap sebagai doa kebahagiaan kita bunyinya jelas رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . Di sana terselip jelas dan tegas terdapat term kebahagiaan dunia. Artinya urusan di bumi yang semrawut ini juga penting penting untuk digenjot.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Oleh karena maksud demikian, sebaiknya para khatib mengimbangi porsi duniawi dan ukhrawi dalam materi sidangnya. Tidak perlu alergi membincangkan kebahagiaan duniawi seperti kucing yang takut air. Karena ini juga satu kesatuan dari ajaran islam.

Selain membombardir umat untuk menjauhi dosa-dosa personal, sebagai otoritas agama yang ilmunya melebihi panjang sungai Ciliwung, pengkhotbah harus memberi umat kesadaran; bahwa ada dosa di luar pribadi yang membikin sengsara banyak mahluk. Dosa yang semacam ini disebut sebagai dosa struktural. Yaitu dosa sistemik yang diperbuat oleh elit yang punya banyak kekuasaan.

Yang seperti ini sangat tidak kalah genting dan penting. Supaya orang-orang yang bekerja nine to five, menggarap pekerjaan di luar jam operasi, dan rajin salat fardhu serta sunah siang malam mengerti bahwa gajinya yang mungil itu bukan sebab dosa yang dilakukan dirinya. Tetapi ulah dosa struktural yang membuat keringat kelas pekerja itu dibayar diskonan. Supaya dosa struktural ini angkat kaki dari bumi pelakunya mestilah bertobat.

Siapa pelakunya? Ya, salah satunya para ulil amri itu. Makanya keliru dan mengajinya kurang jauh atau justru kejauhan kalau ada khatib yang menyatakan jangan menyalahkan pemerintah kalau hidupnya ditiban nestapa.

Karena kebusukan jam kerja, nominal gaji yang amit-amit, sulitnya akses pendidikan, silitnya mencari pekerjaan, dan segala keruwetan di bangsa ini disebabkan oleh dosa struktural dan yang perlu berbenah ada para ulil amri itu.

Tinggalkan Balasan