Mimbar yang Terasa Hambar

Barang kali umat yang tidak melaksanakan salat itu bukan karena unsur kesengajaan. Melainkan, karena terjebak dalam sistem yang membuat dia sulit menggelar sajadah. Maka, khatib yang terhormat jangan melulu menuding jarinya ke umat yang di bawah. Namun juga tanpa sungkan dan ragu menyelepet sorbannya ke para penguasa bumi pertiwi ini. Tidak perlu takut ini perbuatan sia-sia dan tidak diberi gift pahala. Ini juga bagian dari jihad. Nabi Muhammad sendiri yang bilang :

أَفْضَلُ الْجِهَادِ كَلِمَةُ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Jihad yang paling utama adalah menyampaikan kebenaran di hadapan penguasa yang zalim”

Dengan demikian umat tidak lagi mengantuk sebab sudah hafal isi materi khutbah di luar kepala. Karena berdiam diri menyimak khutbah dengan materi yang membulat di situ melulu tidak ubahnya seperti menonton sinetron azab berulang kali. Masyarakat pasti sudah bisa menebak sambil tutup kuping kalau orang yang berengsek ujung-ujungnya disundut azab.

Maka, mimbar mesti ditebar berbagai macam bumbu supaya tidak hambar. Syukur-syukur kalau sang khatib menyelipkan satu dua pop culture sebagai wasilah menyampaikan pengajaran dalam materi khutbahnya.

Misalnya, menyelipkan One Piece untuk menggambarkan kekejian perilaku rasial, SpongeBob sebagai gambaran perilaku bos yang mengeksploitasi pekerjanya, atau kalau mau yang melayu-melayu bisa memasukkan Upin dan Ipin guna menerangkan problematika masyarakat berkelas. Siapa tahu khutbah yang gurih di kuping seperti ini membikin umat semangat bukan kepalang sehingga duduk di masjid ketika khatib masih sibuk mandi.

Ya, siapa tahu. Who knows. Wallahu a’lam.

Tinggalkan Balasan