Narasi Akhir Zaman dan Relasi Kuasa Interpretan

Kedua, pijakan teks hadis yang dijadikan sandaran narasi akhir zaman dan kemunculan terminan Bangsa Rum sejauh ini masih belum dipastikan status keshahihannya dalam manarik suatu kesimpulan. Dalam kritisi ini, kita akan dapat menyimpulkan di mana letak dominasi antara wacana teks hadits dan loncatan yang dihasilkan, apakah suatu kretivitas pembacaan untuk menggerakkan umat Islam dalam menghentikan konflik Rusia-Ukraina yang belum usang, atau bermuara pada kepentingan untuk menghidupkan isu krusial dalam skala global, seperti khilafah, islamophobia, terorisme, atau ekstremisme.

Wacana berislam kita yang aktif disuarakan dalam beragam diskusi dan forum lainnya yang berkembang belakangan ini menyuarakan kontra narasi terhadap hal tersebut. Terminologi Kaum Rum yang dinisbatkan kepada Bangsa Rusia atau narasi akhir zaman dari konflik Ukraina tidak dibenarkan, selain bersifat interpretatif yang sangat dipengaruhi oleh subjektivitas seseorang, konflik Ukraina juga bersifat geopolitis yang tidak didapati masalah antar-keagamaan di dalamnya (seperti disebut dalam kemunculan akhir zaman dan Bangsa Rum.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Hal yang perlu kita lakukan saat ini dalam merespons isu global tadi aktif dan arif meruang dalam dinamika virtual dengan basis keilmuan yang komprehensif. Aktif dalam artian umat Islam sebagai bagian dari komunikator harus bisa menghadirkan pemahaman yang kaffah di tengah maraknya narasi dan terminologi destruktif yang menyesatkan, serta arif adalah sikap seorang komunikan yang selektif dan bijak dalam menginternalisasi informasi dan isu yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan