Narasi Akhir Zaman dan Relasi Kuasa Interpretan

Dalam media yang penuh dengan ketidakpastian, bangunan artifisial sebagai ladang permainan, dan batasan yang menguap, beragam wacana berhasil meruang. Dalam batas penanggulangan, kita seolah pesimistik karena realitasnya setiap individu memiliki hak meruang, baik dalam spekulatif-imajinier maupun dalam akumulasi-akumulasi pengalaman. Ironisnya, ladang yang disediakan adalah ruang ketidakpastian seperti media sosial, semua wacana menuai daya magisnya di sini.

Hans Georg Gademer seperi disebut oleh Merlinda Irwanti, dalam tilikan disiplin komunikasi menyebut hermeneutika sebagai metode interpretasi/penafsiran terhadap teks-teks al-hadis sangat berpengaruh terhadap kesimpulan makna yang dihasilkan dari suatu bacaan. Maraknya narasi akhir zaman belakangan ini di media sosial disebabkan semua orang dengan leluasa melakukan interpretasi secara bebas dengan latar keilmuan masing-masing tanpa basis konsep hermeneutika yang dapat dipertanggungjawabkan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Dikatakan, “Ketika kita semua menafsirkan dengan beragam interpretasi itulah akan terjadi kekacauan tentang apa yang disebut al-kubra akhir zaman bahwa Rusia adalah kaum Rum itu begitu melebar di media sosial, (2022).

Tinggalkan Balasan