SEUSAI KEPULANGANMU
Telah kuikat segala yang terlampir di matamu
Pada siang pada malam bahkan pada ruang yang memendari dukanamu
Getar ketabahan tumbuh di pundakku
Didekap mimpi ditekuk rindu

Dari kata hingga entah isyaratmu senyaris debu
Bertebaran di lubuk hati
Menjelma sesak tanpa henti
Dan kepulanganmu adalah sebengis keheningan
Yang mengisahkan arus sungai dan tangis bebatuan
Jejakmu memang tak mampu kubaca
Tetapi oleh rindu aku jadi mengerti
Bahwa di teduh lisanmu telah kau gariskan
Segala yang menjabar tangkai nurani
Dan puisi tumbuh sebegai tulang ingatan
Yang memanjang mencari harum tulang belulangmu
Gajahwong 2022.
ilustrasi: lukisan putu bonuz.
