Akan tetapi, praktik diskursif yang demikian perlu dievaluasi secara mendalam mengingat aneka tantangan dan dinamika zaman yang lebih plural dan terbuka. Otoritas makna nasionalisme perlu didistribusi pada kalangan-kalangan yang beragam, dan tidak menutup kesempatan bagi misalnya, orang miskin, kelompok minoritas, seniman, aktivis, petani, cross-gender, pegiat HAM dan lain-lain.
