“New Normal”, Santri di Malang Siap Balik ke Pondok

Hal itu akan menjadi salah satu bagian dari protokol yang disiapkan pihak pondok. Selain itu, menurut Gus Fahrur, pihak pondok akan bekerja sama dengan Gugus Tugas Covid-19 setempat untuk melakukan tes kesehatan fisik terhadap semua santri yang datang sebelum santri yang bersangkutan memasuki kompleks pondok. Hal ini dilakukan untuk memastikan kondisi setiap santri sehat dan bebas dari paparan virus Corona.

Untuk melindungi santri dari paparan Covid-19 ketika sudah berada di lingkungan pondok, menurutnya, para santri juga akan diajak untuk memproduksi sendiri masker guna mencukupi kebutuhan para santri. Produksi masker akan dilakukan melalui unit teaching factory SMK Unggulan An-Nur Jurusan Tata Busana.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ditambahkannya, pihak pondok juga akan memproduksi hand sanitizer dan sabun cuci tangan sendiri untuk memenuhi kebutuhan setiap hari di lingkungan pondok. Produksi hand sanitizer dan sabun cuci tangan akan dilakukan santri dari tim SMK Unggulan An-Nur Jurusan Keperawatan. Selain itu, pihak pondok juga akan menyiapkan ramuan jamu herbal untuk meningkatkan imunitas santri. Jamu herbal yang disiapkan dari bahan dasar empon-empon tradisional mulai dari jahe, kunir, temulawak, sereh, ketumbar, dan madu.

Ketika sudah memasuki pondok, selain memulai proses belajar mengajar, para santri juga akan diajak untuk memperkuat gerakan spiritual dengan melakukan doa bersama wirid Rotib al Haddad setiap pagi dan sore. Wirid ini, menurutnya, telah diyakini ulama sejak lama di seluruh dunia sebagai doa benteng penangkal semua bencana yang sangat mujarab.

Trilogi Safety

Selain di Malang, sejumlah pondok pesantren di Tasikmalaya, Jawa Barat, juga sudah bersiap menyambut kedatangan santri dalam waktu dekat. Bahkan, di seluruh Kabupaten Tasikmalaya, puluhan ribu santri dari sekitar 605 pondok pesantren akan segera diberi lampu hijau untuk kembali ke pondok bakda Lebaran ini.

Tinggalkan Balasan