Setelah itu, pihaknya juga akan memastikan seluruh pesantren menjalankan semua aktivitas pendidikan terhadap para santrinya dengan menjalankan protokol kesehatan. “Dan, terakhir, dibentuk pesantren siaga atau santri siaga dengan melibatkan tim kesehatan pesantren, gugus tugas Covid-19 dari mulai RT siaga hingga gugus tugas desa, termasuk sigesit 119,” demikian Bupati Ade.
