Ngaji Bareng Dua Ahli Tafsir: Tafsir Indonesia Butuh Pewaris!

Syeikh Nawawi al-Bantani: Legenda Ulama Cum-Mufasir

Beberapa jam sebelum acara, saya mengira-ngira fokus tema apa yang bakal dibahas dan dikaji. Sejauh yang saya pelajari mengenai khazanah tafsir Nusantara, memang banyak tokoh lokal yang mempunyai karya tafsir Al-Qur’an, mulai dari yang berbahasa lokal hingga bahasa Indonesia. Seperti tafsir Abdurrauf as-Singkili hingga tafsir Prof Quraish Shihab sendiri.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Sebelumnya,di pintu masuk, semua peserta ngaji diberi selembar kertas yang memuat potongan-potongan tafsir. Saya tidak tahu tafsir siapa yang dicantumkan itu. Saat Gus Baha memulai penjelasannya, baru saya ngeh bahwa potongan tafsir itu adalah bagian dari karya tafsir yang ditulis Syaikh Nawawi al-Bantani, tafsir al-Munir.

Potongan tafsir pertama yang dijelaskan Gus Baha adalah QS Al-Maidah: 56 yang berarti: “Dan barang siapa yang menjadikan Allah, Rasul-Nya, dan orang-orang yang beriman sebagai penolongnya, sesungguhnya para pengikut Allah itulah yang akan menjadi pemenang.”

Dalam penafsiran Syaikh Nawawi al-Bantani itu, yang sangat ditekankan Gus Baha adalah pada kata “Ghalibun” yang berarti kemenangan. Menurut Syaikh Nawawi, kemenangan yang dimaksud adalah “bil hujjah” yang dikonotasikan dengan apik oleh Gus Baha dengan “logika”. Beliau memberi contoh bahwa kemenangan logika yang dimaksud adalah logika tentang alam raya yang dimulai dengan satu Tuhan.

Tinggalkan Balasan