Ngaji Kitab Mandhumah Annuqayah Kembali Digelar

Pada mulanya, gagasan Kitab Annuqayah ditulis oleh As-Suyuthi secara ringkas di dalam karyanya yang berjudul “An-Nuqāyah”. Namun, karena dirasa terlalu ringkas atau singkat, maka atas saran dari rekan-rekan beliau, As-Suyuthi kemudian menulis anotasi untuk karyanya sendiri dengan judul Itmām ad-Dirāyah li Qurrā’ an-Nuqāyah” yang merupakan penjabaran daripada kitab “Annuqayah”.

Annuqayah itu sendiri secara bahasa bermakna bersih atau murni. Sehingga diharapkan bagai para santri agar mampu membersihkan diri dari kebodohan, kesombongan, sifat ujub, kejelekan, dan sifat buruk lainnya.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Kiai Muhammad Khazin bin Ilyas (generasi kedua PP Annuqayah) kemudian menggunakan nama kitab ini untuk nama Pondok Pesantren Annuqayah sejak 1933 (Pondok Pesantren Annuqayah didirikan pada 1887 oleh Kiai Muhammad As-Syarqawi al-Kudusi), untuk menandai perubahan sistem pendidikannya, dari sistem sorogan (sistem tradisional) ke sistem kelas.

2 Replies to “Ngaji Kitab Mandhumah Annuqayah Kembali Digelar”

Tinggalkan Balasan