Menjelang Ramadan, biasanya akan ramai postingan jadwal ngaji kitab, khususnya di platform Instagram official dari berbagai pondok pesantren.
Menjelang Ramadan tahun 2026 ini, misalnya, akun Instagram tebuireng online sudah merilis jadwal ngaji kitab yang dilaksanakan di Pondok Putra Pesantren Tebuireng selama Ramadan. Yang ditunggu-tunggu adalah jadwal ngaji yang sifatnya terbuka untuk umum.

Salah satu kegiatan unik di pondok pesantren ketika bulan Ramadan adalah kegiatan ngaji pasaran. Ngaji pasaran ini bahkan bisa dikatakan menjadi tradisi yang melekat dalam diri pesantren setiap bulan Ramadan. Tak terkecuali di Pesantren Tebuireng.
Ngaji pasaran merujuk pada kegiatan pengajian kitab kuning secara kilat atau intensif dengan metode bandongan. Sementara, istilah “pasaran” merujuk pada banyaknya kitab yang bisa dipilih selama ngaji bulan puasa.
Di Pesantren Tebuireng, selama Ramadan pengajian kitab kuning menjadi lebih intensif dan dominan dari pada hari biasanya. Dari bakda subuh sampai bakda tarawih, pengajian kitab kuning dengan jadwal kitab dan guru yang berbeda menjadi salah satu kegiatan yang harus diikuti oleh para santri.
Selain sebagai ikhtiar untuk memperluas dan memperdalam wawasan keilmuan di bidang turats, kegiatan ngaji pasaran juga menjadi ruang yang mempererat kedekatan intelektual sekaligus spiritual antara santri dan para masyayikh.
Melalui interaksi intensif dalam pembacaan, pemaknaan, serta penjelasan kitab secara langsung, santri tidak hanya menerima transmisi ilmu, tetapi juga menyerap adab, metodologi berpikir, dan keteladanan dari para guru.
Selama Ramadan, pengajian kitab kuning di Pondok Putra Pesantren Tebuireng terbagi menjadi dua. Pertama, pengajian yang dikhususkan bagi santri. Kedua, pengajian yang terbuka untuk umum, sehingga masyarakat luas juga dapat turut serta mengikuti pengajian kitab yang diampu langsung oleh masyayikh Pesantren Tebuireng.
Ngaji pasaran khusus santri terbagi dengan berbagai jadwal dengan qari yang masing-masing sesuai dengan bidang keilmuannya. Di antara kitab yang dikaji tahun ini seperti Sullam Taufiq, slSafinatun Najah, ihya’ Ulumuddin, Jauharatut Tauhid, Jamiatul Maqasid, dan lainnya yang semuanya dilaksanakan setiap bakda salat fardu, kecuali salat subuh.
