لو رحل الشخص لسماعه من ألف فَرْسخ لَمَا ضاعت رحلتهُ
Artinya: “Seandainya seseorang menempuh perjalanan 1000 farsakh untuk mendengarkannya (Shahih Bukhori), maka perjalanannya tidak akan sia-sia.”

Pengajian yang dibuka untuk umum ini dilaksanakan secara daring dan luring. Sehingga, baik santri, alumni, ataupun masyarakat sekitar diperbolehkan mengikuti pengajian tersebut.
Dalam kegiatan ngaji pasaran di Pesantren Tebuireng, seluruh kitab ditargetkan khatam sebelum jadwal perpulangan santri. Tahun ini, penutupan ngaji Ramadan dilaksanakan pada tanggal 19 Ramadan. Sedikit bergeser dari waktu biasanya yang dilaksanakan tanggal 17 Ramadan.
Ngaji pasaran ini menjadi simbol budaya pesantren dalam mewariskan intelektual turats dari generasi ke generasi. Tradisi ini bukan sekadar forum pembacaan kitab, melainkan ruang transmisi sanad keilmuan yang menjaga kesinambungan otoritas ilmiah para ulama.
Semoga Allah senantiasa memberikan kesehatan dan berkah umur untuk para guru kami, sehingga nikmat mengaji ini bisa dirasakan lebih lama lagi. Aamiin.
