suasana ngaji bandongan di masjid pondok putra Pesantren Tebuireng. (Ist)

Ngaji Pasaran di Pesantren Tebuireng

Selama Ramadan, pengajian kitab kuning di Pondok Putra Pesantren Tebuireng terbagi menjadi dua. Pertama, pengajian yang dikhususkan bagi santri. Kedua, pengajian yang terbuka untuk umum, sehingga masyarakat luas juga dapat turut serta mengikuti pengajian kitab yang diampu langsung oleh masyayikh Pesantren Tebuireng.

Ngaji pasaran khusus santri terbagi dengan berbagai jadwal dengan qari yang masing-masing sesuai dengan bidang keilmuannya. Di antara kitab yang dikaji tahun ini seperti Sullam Taufiq, slSafinatun Najah, ihya’ Ulumuddin, Jauharatut Tauhid, Jamiatul Maqasid, dan lainnya yang semuanya dilaksanakan setiap bakda salat fardu, kecuali salat subuh.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Di bulan Ramadan, bakda salat subuh biasanya akan tetap dilaksanakan pengajian Tahsin Al-Qur’an seperti pada hari-hari biasa. Bedanya, di bulan Ramadan, pengajian Tahsin Al-Qur’an dilaksanakan dengan sistem tadarus.

Pengajian kitab Sohihain (Bukhari Muslim) menjadi pengajian kitab legendaris di Pesantren Tebuireng yang selalu ditunggu setiap Ramadan. Pengajian yang terbuka untuk umum ini dulunya merupakan rutinitas yang dilakukan setiap bulan Ramadan oleh pendiri Pesantren Tebuireng, Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari.

Sebagaimana disebutkan dalam buku Berangkat dari Pesantren karya KH Saifuddin Zuhri, bahwa salah satu wiridan (kebiasaan rutin) Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari setiap bulan Ramadan adalah membaca kitab al-Bukhari, kitab kuning berisi himpunan 7.275 hadis.

Rutinitas ini kemudian menjadi warisan tradisi keilmuan yang terus dilakukan di Pesantren Tebuireng setiap bulan Ramadan dengan qari yang sanadnya bersambung sampai kepada Hadratussyaikh. Ramadan tahun ini, pengajian Shahih Bukhari diampu oleh KH Abd Aziz Sukarto Faqih. Pengajian dilaksanakan dalam tiga waktu, yakni siang, sore, dan malam hari.

Pengajian Shahih Bukhari menjadi salah satu yang paling spesial karena di akhir pengajian akan ada khataman sekaligus ijazahan sanad. Dalam kitab yang berjudul Fadhilah wa Syaraf Ahl al-Hadith dijelaskan bahwa di antara keutamaan Shahih Bukhari sebagaimana perkataan Imam Adz-Dzahabi dalam Tarikhul Islam yang dikutip oleh Hadratussyaikh:

Tinggalkan Balasan