“NU itu Menang-menangan”

Oleh karena itu, ketika NU datang mendekat untuk mempererat persaudaraan maka dia layak DITOLAK karena hal itu hanya bikin onar, menebar keresahan. Itu hanya siasat untuk mengambil alih kekuasaan di masjid yang sudah mereka kuasai.

Mereka tidak sudi menerima NU yang menang-menangan dan sok nasionalis. Mereka tidak sudi menerima ulama-suu’. Mereka lebih suka menerima ulama lulusan “S3 Vatikan”. Mereka lebih bisa menoleransi gerombolan yang jelas-jelas merong-rong negara atas nama Islam beraksi di depan mata mereka.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Nafsu dan ambisi memang membuat manusia gelap mata, sehingga sulit membedakan kebaikan dan keburukan. Bahkan, niat dan perbuatan baik sekalipun akan dilihat sebagai ancaman. Keserakahan kadang membuat manusia selalu nerasa terzalimi dan tersingkirkan meski kekuasaan sudah berada di genggaman, sehingga selalu mencurigai siapa saja yang mendekatinya, kemudian dituduh mau menguasai dan mengusik ketentraman.

Tinggalkan Balasan