Nyai Rahmatun (4): Digandrungi Para Calon Kades

Pesannya sederhana namun mengena: harus selalu berlapang dada jika kalah dalam pencalonannya, dan sebaliknya, harus rendah hati serta dekat dengan masyarakatnya ketika memenang kontestasi. Karena, menjadi pemimpin, apalagi di ranah publik, kelak akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah. Nasihatnya selalu dibumbui dengan hadis Nabi yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, “Kullukum raa’in wa kullukum masῠlun an rᾰiyatihi” (Setiap kalian adalah pemimpin, dan masing-masing kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya itu).

Setelah itu, barulah Nyai Rahmatun memberikan amalan, biasanya berupa bacaan salah satu dari Asmaul Husna. Yaitu, Ya Shamad (wahai Allah Zat yang menjadi tempat bergantung). Para calon kepala desa itu diminta membaca Ya Shamad sebanyak 1000-4000 kali, dan dilanjutkan dengan membaca salah satu ayat Al-Quran, surat Yusuf ayat 4, “Inni roaitu ahada asyara kaukabaw wasy syamsya wal qamara roaituhum lii saajidiin” (Sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas bintang, matahari, dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku). Ayat ini dibaca sebanyak 41 kali saban malam selama 40 hari.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Usut punya usut, amalan bacaan tersebut diperoleh dari suami sekaligus gurunya sendiri, K Ali Wafa, yang telah mendapat ijazah dari salah satu pengasuh pesantren salaf, yaitu Pondok Pesantren Al-Karawi Karai Ganding, Sumenep.

One Reply to “Nyai Rahmatun (4): Digandrungi Para Calon Kades”

Tinggalkan Balasan