Obral Surga dengan Teologi Kebencian

Amal saleh yang berarti berbuat baik pada sesama, beribadah pada Tuhan dengan menjaga perdamaian dan menciptakan tata kehidupan yang lebih baik tidak lagi diperlukan. Selain dianggap bisa merusak kemurnian Islam, sikap tersebut juga dianggap bisa mengurangi semangat perjuangan membela Islam.

Obral surga dengan cara menanamkan kebencian inilah yang kami sebut dengan “teologi kebencian”, yaitu sikap membenci dan menghancurkan kelompok lain yang berbeda (kafir) sebagai ekspresi spirit keagamaan dan ketuhanan. Teologi kebencian inilah yang menyebabkan tumbuh suburnya teroris.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ini terjadi karena ukuran keimanan seseorang hanya dilihat dari sejauh mana dia bisa membenci dan menghacurkan kelompok lain yang dianggap kafir. Semakin mereka bisa membenci orang kafir, yaitu orang yang berbeda keyakinan dengan mereka, maka akan semakin dianggap kaffah Islamnya.

Yang lebih parah adalah munculnya keyakinan, semakin banyak mengorbankan nyawa orang kafir akan semakin dekat dengan surga. Siapa yang berani mengorbankan nyawa akan semakin cepat mendapatkan surga. Di sini seolah-olah surga harus dibeli dengan nyawa dan spirit kebencian.

Virus teologi kebencian ini sama bahayanya dengan narkoba karena sama-sama memiliki daya rusak yang dahsyat, baik secara individual maupun sosial. Manusia yang terpapar virus ini akan kehilangan akal sehat dan nurani. Mereka bisa menjadi mesin pembunuh yang tega melakukan apa saja demi memperoleh kenikmatan surga yang dijanjikan. Ini seperti orang yang kecanduan narkoba yang tega melakukan apa saja demi memperoleh kenikmatan narkoba.

Tinggalkan Balasan