Pengurus Baru Sanggar Andalas Annuqayah Dilantik

Sementara KM Sattar, seorang alumni yang masih aktif mengajar di Lubangsa, memberikan ulasan terkait cikal-bakal Sanggar Andalas. Dalam penjelasannya, KM Sattar mengatakan bahwa telah terjadi proses kreatif santri sebelum lahirnya Andalas, seperti terbentuknya Bengkel Mayang yang bergerak di bidang literasi (sastra).

Dalama kesempatan ini, secara khusus Rusdi El Umar berbagi pengalaman terkait karya literasi. Bagaimana komitmen menulis dan mengirimkannya ke media. Dalam pembahasan ini juga dijelaskan terkait teknis menulis dalam segala genrenya. Baik puisi, cerpen, maupun naskah artikel (karya ilmiah) mempunyai peran positif dalam kehidupan masa sekarang dan di masa yang akan datang.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

sementara itu, A Saeri, alumni yang pernah menjadi Ketua Andalas, lebih menekankan kepada relitas kehidupan. Ternyata, apa yang kita lakukan di pesantren, termasuk juga kegiatan sanggar, akan mewarnai kehidupan di alam nyata. Terjadi kolaborasi pengalaman yang erat antara kegiatan di pesantren dengan kehidupan kemasyarakatan. Sebagai pelaku bisnis (sosial kemasyarakatan juga dilakukan), A Saeri menekankan kaitan seni dengan perawatan bonsai (salah satu bisnis Beliau adalah jual beli bonsai).

MaHa Mangkudilaga, mantan ketua periode sebelumnya, mengatakan bahwa sinergi antara alumni dan santri aktif memberikan dampak yang signifikan dalam membangun kreativitas. Harapan selanjutnya, kebersamaan ini semoga tidak hanya berhenti sampai di sini. Tetapi terus terjadi kolaborasi efektif guna membangun generasi yang berkualitas.

Tinggalkan Balasan