PERCAKAPAN YANG HILANG*

PINTU YANG TERBUKA

​Pagi itu, aroma kopi tidak lagi sama.
Bukan wangi yang menenangkan, tapi hawa yang dingin.
Di meja makan, piring Ayah dan Ibu tak lagi berhadapan.
Mereka bicara, tapi suara mereka seperti kaca yang pecah.
“Rumah ini,” bisikku pada boneka usang,
“Tak lagi punya atap untuk menahan hujan.”

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

​SUDUT-SUDUT SUNYI

​Aku mencari ruang di antara celah-celah sepi.
Kamar tidurku menjadi pulau terpencil.
Buku-buku menjadi temanku,
Jendela menjadi layar film tentang dunia yang damai.
Di sana, aku bisa melihat tetangga tertawa,
Ayah dan Ibu mereka duduk berdampingan,
Dan aku bertanya, “Kenapa tidak denganku?”

One Reply to “PERCAKAPAN YANG HILANG*”

Tinggalkan Balasan