Perihal Ketakutan-ketakutan Semu

Kita buat kesepakatan. Sebelum Anda yang budiman membaca tulisan ini, bahwa yang tak memiliki ketakutan, maka bukan bagian dari kita. Bahkan sekelas Kanjeng Nabi Muhammad saja mempunyai ketakutan saat memikirkan bagaimana nasib umatnya kelak. Itu adalah hal yang alamiah, wajar, dan manusiawi. Bahwa kita memang hidup dibekali dengan hal itu. Dan masalah selanjutnya adalah apakah lingkungan kita, atau diri kita, memupuknya atau tidak. Sehingga ketakutan itu tumbuh menjadi besar dan menancap lebih dalam.

Setidaknya itu yang sekarang dialami penulis yang sedang memperjuangkan skripsinya. Dan, setelah hal ini selesaipun, belum bisa menjamin apakah ketakutan itu akan hilang. Mungkin beberapa pembaca yang bijak pernah, ataupun juga sedang, mengalaminya. Berarti kita senasib. Karena pasti akan banyak timbul pertanyaan yang lain, yang meski tak penting untuk dijawab, tapi nyatanya selalu dipertanyakan. Silakan Anda sendiri yang menyimpulkan pertanyaan itu.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Tinggalkan Balasan