Perihal Ketakutan-ketakutan Semu

Padahal, obat dari segala ketakutan itu sudah diramu dan disajikan oleh leluhur kita sendiri. Layaknya kalimat pasrah ing pandum, yang melambangkan kesyukuran. Atau sajak sugih tanpo bondo, digdoyo tanpo aji, yang terukir di nisan Sosrokartono, mendiang kakak dari Kartini yang disajikan menjadi tembang oleh Sujiwo Tejo. Yang melambangkan tidak ada ketakutan jika semua kita pasrahkan pada Tuhan. Atau pada literatur keislaman biasa kita sebut dengan ketauhidan Sufi atau yang lain. Tidak lebih dari pengingat. Bahwa kita adalah makhluk bertuhan. Lantas kenapa kita menyerahkan semuanya pada ketakutan.

Tinggalkan Balasan