Ketakutan-ketakutan itu dapat menjadi momok yang besar bagi hidup kita. Dan parahnya itu ditimbulkan oleh lingkungan sekitar. Dan bahkan orang-orang terdekat. Salah satunya adalah pertanyaan mengenai masa depan. Soal kerja, misalnya. Selalu ada stimulus yang akan masuk ke otak kita. Jika kerja kita dipandang rendah oleh orang lain, maka status sosial kita juga akan rendah. Maklum, zaman sekarang ini sudah biasa terjadi. Akibat dari sedikit banyaknya pemikiran yang masuk ke tradisi kita saat ini, orang yang berkecimpung di dunia sosiologi menyebutnya “relasi kuasa”.
Oke, seperti ini alurnya. Misalnya si A dan si B adalah sahabat yang lama tak bertemu. Si A kerja di sebuah kantor dan si B petani. Secara harfiah, bila sama-sama ditanya pekerjaan, maka yang lebih keren pasti si A. Kenapa? Karena sistem pemikiran mayoritas masyarakat kita memandang pegawai kantoran pasti lebih mapan dan lain sebagainya. Sejak kapan? Hal ini bermula dari sejarah bangsa kita yang terlalu lama dijajah Belanda.

