Padahal, dari semua gambar yang beredar, Mbah Hasyim terlihat berjenggot. Sementara, saat itu jenggot dikesankan identik dengan gerakan Wahabi atau Islam radikal, yang bertentangan dengan garis NU sebagai jamiah Islam moderat. Badrie menolak membuat lukisan Mbah Hasyim tanpa jenggot. “Sebab, fakta historisnya beliau memang berjenggot,” ujarnya.
Akhirnya, latar belakang foto Mbah Hasyim tanpa jenggot tidak ada dalam momen tersebut. Yang menarik, setelah peristiwa itu Badrie justru membuat lukisan Mbah Hasyim tanpa memperlihatkan jenggotnya.

Dalam lukisan Tiga Generasi tersebut, sosok Mbah Hasyim ditempatkan pada pojok atas sisi kanan. Sementara, putranya, KH Wahid Hasyim, ditempatkan di sisi kiri agak ke bawah. Lalu, cucu Mbah Hasyim, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur ditempatkan di sisi kanan, di bawah Mbah Hasyim. Namun, posisi peci Gus Dur yang berwarna hitam “menimpa” posisi jenggot Mbah Hasyim. Dengan demikian, jenggot sosok Mbah Hasyim dalam lukisan tersebut tak terlihat.
Bisa menjadi pertanyaan, Mbah Hasyim berjenggot atau tidak. “Kalau ada yang bertanya Mbah Hasyim jenggotan atau tidak, ya copot saja peci Gus Dur itu,” kelakar Badrie.
