Perpustakaan Pesantren dan Minat Baca Santri

Selain lingkungan baca, fasilitas perpustakaan juga harus dikembangkan, termasuk genre buku yang beragam sesuai minat para santri yang berbeda-beda. Pengadaan buku yang lengkap ini akan membantu untuk membangkitkan gairah baca santri. Misal pengadaan buku-buku bagus, baik itu yang sudah lama maupun baru, seperti novel, sejarah, antologi puisi/cerpen, majalah, koran dll. Atau untuk santri yang mempunyai minat ke kitab turats, maka pengadaan kitab-kitab seperti fikih, tasawuf, tafsir, dan bahkan buku-buku sastra berbahasa Arab harus difasilitasi.

Perpustakaan yang lengkap dan lingkungan baca yang bagus, pada akhirnya akan senantiasa menarik minat-minat santri yang tidak suka baca buku. Sebab, terkadang ada santri yang sama sekali tidak mempunyai minat untuk belajar membaca kitab gundul, tambah lagi dihadapkan dengan perpustakaan yang buruk, bagaimana dengan masa depannya? Bukankah itu tanggung jawab lembaga pendidikan sebagai wadah para pencari ilmu?

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Referensi:

Farah Arriani, dkk., Panduan Pelaksanaan Pendidikan Inklusif, (Jakarta: Kemendikbudristek, 2022).

Fadila Ita Qulloh W, “Pengembangan Literasi Dalam Peningkatan Minat Baca Santri Pada Perpustakaan Mini Pesantren Pelajar Al-Fath Rejomulyo Kediri,” Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN) 1(2), Maret 2021.

Woro Titi Haryanti, “Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial,” TALENTA Conference Series: Local Wisdom, Social, and Arts (LWSA). 2(3). 2019.

Ventensius Gitiyarko, Grafikota Perpustakaan Masih Sepi Pengunjung, https://www.kompas.id/baca/metro/2022/08/24/ diakses pada 20 November 2023.

Tinggalkan Balasan