Begitu juga dalam hal belajar. Ketika ada teman kita yang tidak mengerti atau kurang memahami terhadap pelajaran yang telah dipelajari, maka seorang santri yang lain akan membantu, mengajarkan hal yang tidak diketahui atau dipahami oleh temannya. Jadi, tidak boleh ada angapan bahwa santri yang kaya atau santri yang banyak uang merupakan santri yang menjadi temannya; dan santri yang tidak memiliki banyak uang bukan temannya.
Sebab, pada hakikatnya semua santri yang ada di pondok pesantren merupakan satu keluarga yang harus kita jaga, kita bantu, agar semua merasakan satu rasa dan satu duka dalam menjalani hidup di pondok pesantren. Kelak, ketika sudah lulus atau menjadi alumni, setiap santri akan saling mengingat segala yang telah dilakukan selama di pondok.

Karena itu, sifat kekeluargaan dan tali persaudaraan bagi kalangan santri harus terus dibangun dan ditumbuhkembangkan agar ketika sudah menjadi alumni akan terus menganggap semua santri tetap sebagai teman dan saudara, agar tetap dapat saling membantu dan menguatkan, seperti tergambar dalam sebuah hadits yang berbunyi, “Seorang mukmin bagi mukmin yang lain seperti suatu bangunan yang melengkapi satu sama lain.”
