Persiapan Penting Menyambut Ramadhan

Pertama, persiapan rohani. Rohani yang tidak tertata dengan baik, ia cenderung akan merusak batin manusia, mengganggu kebahagiaan, dan merintangi pancaran keridhoan Allah Swt. Karena itu, wujud persiapan menyambut bulan Ramadhan, sebagaimana dijelaskan Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitab Al-Ghunyah, menganjurkan umat Islam menyucikan diri dari dosa dan bertobat dari kesalahan masa lampau. Mengikis habis segala macam penyakit rohani, seperti sombong, hasad, nifaq, kikir, riya. Setelah itu, latih lagi beriman secara totalitas, yaitu patuh dan ridho terhadap perintah-Nya. Sami’na wa atho’na bukan sami’na wa ashoina.

Kedua, persiapan mental. Mempersiapkan mental yang kokoh di bulan Ramadhan begitu penting. Hal ini supaya dinamika kecemasan, stress, kekalutan, hingga frustasi tidak menghiasi diri di saat ramadhan. Sebab pada gilirannya ia hanya lajur penghambat proses penghambaan menuju kesempurnaan ibadah. Adapun wujud persiapannya berupa, melatih pengendalian emosi diri, menjaga hati agar senantiasa ikhlas, dan merujuk amaliah-amaliah yang menetralisir mental emosial (berdzikir, istighfar, dan sholawat). Mental yang sudah kokoh otomatis berdampak pada kelancaran menunaikan ibadah di bulan Ramadhan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ketiga, persiapan kesehatan. Sehat merupakan unsur terpenting dalam menunjang aktivitas ibadah Ramadhan. Dengannya kita dapat melakukan ibadah secara maksimal. Bahkan sehat termasuk salah satu syarat wajib puasa. Tak terbantahkan lagi kita memerlukan kondisi fisik yang prima selama bulan Ramadhan tersebut. Bentuk persiapannya yaitu, menyetop konsumsi makanan tidak sehat, tetap memakai masker bila bepergian, membersihkan lingkungan sekitar dari sarang penyakit, merencanakan menu santapan dan minuman selama Ramadhan yang lebih sehat dan bergizi, dan atur pola olahraga demi tetap menjaga kebugaran.

Keempat, persiapan material. Sifat materi ini sejatinya bukan mengarahkan gaya hidup materialisme. Namun lebih memahamkan bahwa, persiapan ini memiliki korelasi dengan yang lain. Kontribusinya berarah positif sebagai penunjang persiapan-persiapan lain. Misalnya, jika menu sahur dan buka ingin sehat bergizi, dibutuhkan uang untuk membeli bahan makanannya. Oleh karena itu, memanajemen material itu memang perlu. Disisi lain, persiapan ini juga sebagai alarm dini bakal ada tanggungan berzakat. Adalah zakat fitrah, kewajiban zakat yang harus ditunaikan kaum Muslim.

Tinggalkan Balasan