Manusia sebagai khalifah di Bumi, sebagaimana disebutkan Allah dalam Al-Qur’an, memiliki tugas utama untuk menjaga dan merawat bumi dari kerusakan.
وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

Artinya: “(Ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-Baqarah[2]: 30)
وَابْتَغِ فِيْمَآ اٰتٰىكَ اللّٰهُ الدَّارَ الْاٰخِرَةَ وَلَا تَنْسَ نَصِيْبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَاَحْسِنْ كَمَآ اَحْسَنَ اللّٰهُ اِلَيْكَ وَلَا تَبْغِ الْفَسَادَ فِى الْاَرْضِۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ الْمُفْسِدِيْنَ
Artinya: “Carilah (pahala) negeri akhirat pada apa yang telah Allah anugerahkan kepadamu, tetapi janganlah kamu melupakan bagianmu di dunia. Berbuat baiklah sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.” (QS. Al-Qaṣaṣ [28]: 77)
Jika merawat dan menjaga Bumi merupakan perintah Tuhan, dan tindakan perusakan dikecam oleh-Nya, maka bentuk penghambaan seharusnya tidak hanya diukur dari banyaknya rakaat dan wirid, tetapi juga dari bagaimana hubungan manusia dengan lingkungan terjalin secara harmonis. Hubungan manusia dengan alam adalah hubungan antarsesama makhluk yang sama-sama tunduk kepada Tuhan, bukan hubungan antara penakluk dan yang ditaklukkan.
Karena itu, agama harus tampil dalam kerja-kerja ekologi. Khotbah Jumat seharusnya juga berisi ajakan untuk lebih peduli lingkungan melalui ajaran-ajaran Islam.
Rasanya masih kurang jika pelestarian lingkungan sebatas lewat ajakan khotbah Jumat. Penanaman kesadaran ekologi berbasis agama sedari dini melalui pesantren juga perlu. Sebagai lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki pengaruh kuat di masyarakat, pesantren perlu mengambil peran dalam menanamkan kesadaran ekoteologi ini.
