Oleh sebab itu, pesantren dan gerakan sosial adalah wadah yang saling mengisi satu dengan yang lainnya. Hal ini tergambar dari bagaimana pesantren memposisikan diri pada ruang pendidikan tradisional yang menjaga kultur budaya bangsa; menjaga keutuhan bangsa, menghargai ragam budaya dan perbedaan, dan berpihak pada yang lemah dan tertindas.
