Pestarama #10+1: Refleksi Krisis Batin Manusia Modern

Kesuksesan festival berskala luas ini terwujud berkat sinergi kolaboratif dengan berbagai instansi pemerintahan dan kebudayaan.

Perwakilan dari Dinas Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta menyatakan apresiasi tingginya terhadap konsistensi Pestarama. Dukungan nyata juga disampaikan oleh Agung Priosusanto, SE, M.M, selaku Kepala Seksi Pembinaan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Selatan, yang hadir dan mengapresiasi langsung wadah kreativitas ini di wilayah Jakarta Selatan.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Ia mengungkapkan,” Kami melihat Pestarama sebagai salah satu pilar penggerak ekosistem teater mahasiswa di Jakarta.”

Kolaborasi lintas sektor ini terjalin sangat kuat, termasuk dukungan penuh dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, melalui hibah program Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan oleh Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VIII. Sinergi dari BPK Wilayah VIII Banten diwakili oleh Yanuar Mandiri, S. Pd., M. Hum. selaku Kepala Sub Bagian Umum, bersama staf fasilitator, Wahyul Falah dan Ayu Retna.

Sementara itu, dari BPK Wilayah Jakarta diwakili oleh Hendra Aprianto sebagai staf Divisi Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK). Kehadiran para pelaku dan pemangku kebijakan kebudayaan ini, serta fasilitasi mobilitas dari Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, menjadi bukti nyata bahwa ruang kreativitas generasi muda terus didukung secara kolektif dan multisektoral.

Melalui sinergi menyeluruh dari workshop, seminar nasional, pameran, pementasan naskah maestro, hingga panggung ekspresi, Pestarama#10+1 diharapkan tidak sekadar menjadi tontonan publik semata. Festival ini hadir sebagai medium reflektif, sebuah panggilan bagi masyarakat di tengah hiruk-pikuk dunia yang kian transaksional untuk pulang sejenak, mendengarkan kembali suara nurani, dan mempererat relasi kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan