Untuk mengimbangi perkembangan pesat pendidikan yang dikelolanya, pengurus Al-Imdad juga mengembangkan program wirausaha santri. Program ini dimaksudkan sebagai pendidikan kewirausahaan di kalangan santri. Untuk mendukung program itu, Pesantren Al-Imdad mulai mengembangkan perintisan industri, seperti membuat produk makanan berupa wingko, kue dan roti, jamur tiram, emping garut dan emping singkong, ceriping singkong, dan sebagainya.
Tak hanya itu. Pesantren Al-Imdad juga menggulirkan program lingkungan hidup, seperti pengolahan sampah, pembuatan pupuk organik, kebun sawit, peternakan, pertanian hortikultura/sayuran, kerajianan berbahan baku sampah, dan pendampingan peternak bagi petani. Dan pada program pendampingan ini PP Al-Imdad berkolaborasi dengan RT dan RW setempat yang dibentuk ketua dari masing-masing RT dan RW.

Selain itu, Pesantren Al-Imdad juga mengembangkan program pemberdayaan perekonomian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al-Imdad yang berbasis lingkungan hidup. Bentuk program berupa penanaman pohon papaya di pekarangan milik masyarakat sekitar Pondok Al-Imdad dan penanaman pohon sengon di lahan tidur milik masyarakat dalam bentuk kemitraan. Ada juga penanaman pohon papaya di pekarangan milik masyarakat. Pihak pondok membagikan 5 bibit papaya kepada setiap KK untuk ditanam di pekarangan sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat.
Puncaknya, pada 26 Oktober 2020, Pesantren Al-Imdad membuka jaringan perdagangan ritel yang disebut I-Mart. Lokasi berada di tengah kota Bantul itu. I-Mart ini dirancang sebagai jaringan pemasaran produk dari unit-unit usaha pesantren dan juga produk ekonomi masyarakat setempat. Sebagai sebuah aktivitas ekonomi, I-Mart sejak awal memang sudah diproyeksikan menjadi penopang kemandirian pesantren dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Mantab, Ustaz. Selamat,,,
Terima kasih gus
pesantren percontohan
ajip tenan nih dijadikan referensi “aku dan pesantrenku”
Ya gak apa apa ustadz…