Potret Pesantren Mandiri (4): Al-Imdad Bantul

Untuk mengimbangi perkembangan pesat pendidikan yang dikelolanya, pengurus Al-Imdad juga mengembangkan program wirausaha santri. Program ini dimaksudkan sebagai pendidikan kewirausahaan di kalangan santri. Untuk mendukung program itu, Pesantren Al-Imdad mulai mengembangkan perintisan industri, seperti membuat produk makanan berupa wingko, kue dan roti, jamur tiram, emping garut dan emping singkong, ceriping singkong, dan sebagainya.

Tak hanya itu. Pesantren Al-Imdad juga menggulirkan program lingkungan hidup, seperti pengolahan sampah, pembuatan pupuk organik, kebun sawit, peternakan, pertanian hortikultura/sayuran, kerajianan berbahan baku sampah, dan pendampingan peternak bagi petani. Dan pada program pendampingan ini PP Al-Imdad berkolaborasi dengan RT dan RW setempat yang dibentuk ketua dari masing-masing RT dan RW.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

Selain itu, Pesantren Al-Imdad juga mengembangkan program pemberdayaan perekonomian masyarakat yang bertujuan untuk meningkatkan taraf perekonomian masyarakat sekitar Pondok Pesantren Al-Imdad yang berbasis lingkungan hidup. Bentuk program berupa  penanaman pohon papaya di pekarangan milik masyarakat sekitar Pondok Al-Imdad dan penanaman pohon sengon di lahan tidur milik masyarakat dalam bentuk kemitraan. Ada juga penanaman pohon papaya di pekarangan milik masyarakat. Pihak pondok membagikan 5 bibit papaya kepada setiap KK untuk ditanam di pekarangan sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat.

Puncaknya, pada 26 Oktober 2020, Pesantren Al-Imdad membuka jaringan perdagangan ritel yang disebut I-Mart. Lokasi berada di tengah kota Bantul itu. I-Mart ini dirancang sebagai jaringan pemasaran produk dari unit-unit usaha pesantren dan juga produk ekonomi masyarakat setempat. Sebagai sebuah aktivitas ekonomi, I-Mart sejak awal memang sudah diproyeksikan menjadi penopang kemandirian pesantren dan menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.