Puasa Pertama Kanaya

***

Setelah kemarin Kanaya mengucap syahadat di hadapan Kiai Majid, Sofia, dan beberapa para hadirin, dia masih tak menyangka kalau sekarang dia sudah menjadi muslimah. Hari ini umat muslim di seluruh dunia menunaikan ibadah puasa Ramadhan, termasuk Kanaya. Dia ikut sahur dengan keluarga Sofia. Rasanya senang sekali.

https://www.instagram.com/jejaringduniasantri/

“Jadi bagaimana dengan keluargamu, Kanaya? Apakah mereka setuju dengan keputusanmu ini?” tanya lelaki satu-satunya di antara mereka yang sedang sahur.

“Ayah saya sebenarnya tak mengizinkan saya, Kiai. Makanya saya langsung ke sini dan menginap di sini. Kalau ibu saya sudah meninggal saat saya masih bayi,” terang Kanaya.

“Ya, sudah doakan saja semoga ayahmu segera mendapat hidayah seperti kamu. Dan jangan lupa juga doakan ibumu yang sudah melahirkanmu supaya diampuni dosa-dosa beliau di alam sana.” Kini istri Kiai Majid pun turut membuka suara.

“Baik, Bu Hajah.” Kanaya menunduk pelan, lalu melanjutkan kembali makan sahurnya.

Beberapa menit kemudian, mereka semua selesai sahur. Sofia pun mendekati Kanaya sembari membawa kerudung warna merah muda.

“Ini dipakai, ya. Sebagai muslimah kita juga diwajibkan untuk menutup aurat, termasuk rambut kita.” Tanpa Kanaya bertanya, Sofia menjelaskan tentang pemberiannya itu.

“Wah, terima kasih, ya, Say.” Kanaya memeluk Sofia.

“Sama-sama. Oh, iya. Selamat menjalankan ibadah puasa yang pertama kali, ya. Semoga kuat sampai Magrib, ya.” Sofia menyunggingkan senyuman manis untuk sahabatnya.

“Aamiin. Terima kasih, ya. Aku akan semangat puasa ini. Bukan hanya puasa, aku pun ingin belajar mengaji denganmu supaya cepat bisa membaca Al-Quran nanti.” Kanaya antusias sembari mengurai pelukannya.

Kedua sahabat itu saling memberi dukungan, berusaha meraih rida Allah di bulan puasa. Termasuk, saat Kanaya merasa jenuh dan lemas saat puasa. Sofia selalu berusaha menghibur dan menyemangati Kanaya, hingga puasanya pun bisa seharian tanpa beban.

***

Riau, 1 April 2022.

Tinggalkan Balasan